Comment, Rating dan Thumbs Up. Sumber Kepercayaan di Sosial Media

4 posting / 0 new
Entri terakhir
Prabusuwono
Avatar Prabusuwono
Offline
Last seen: 1 pekan 1 hari yang lalu
Joined: 13 Des 2013 - 14:31
Points: 498
Comment, Rating dan Thumbs Up. Sumber Kepercayaan di Sosial Media

Sosmed gak ada berhentinya berkembang. Seperti nyatanya internet yang semakin meluas, mungkin titik mentoknya cuma pas saat penggunanya tutup usia :/

Sekarang kalau dibilang semua pengguna internet itu gak saling kenal, kadang kita suka percaya sama postingan orang mau postingan itu gak jelas sumbernya.

Contohnya seperti berita bohong atau sesat yang tujuannya cuma nyari sensasi... Dan uang buat publishernya.

Dan sebagai cara mengambil kepercayaan diantara banyaknya orang asing yang gak saling kenal, salah satunya adalah dengan comment. Banyak comment sering diartikan postingan menarik. Lainnya seperti rating dan thumbs up adalah cara supaya ningkatin tolak ukur kepercayaan.

Saya pikir sih comment, rating dan thumbs up bukan dibuat dengan maksud itu pertama kalinya. Saya mikirnya kalau mereka dibuat sebagai cara supaya sebuah posting bisa punya banyak interaksi. Jadi gak pasif doang. Orang bisa ikut serta dan ngasih opini.

Tapi kenapa jadi sekarang hal2 viral yang kadang adalah berita bohong, malah masuk trending topic yang jelas2 bisa nyesatin pembaca?

Gimana bersaingnya kalau semakin banyak orang pada ngomingin berita hoax misalnya, sementara berita yang bener jadi hilang karena ketelan popularitasnya?

0
No votes yet
Adityasama
Avatar Adityasama
Offline
Last seen: 1 hari 3 hours yang lalu
Joined: 26 Sep 2014 - 14:02
Points: 113
efek samping dari kebebasan

efek samping dari kebebasan berpendapat. mungkin awalnya dibuat buat cara interaksi, dari jaman dulu ada fitur komen di blog2. terus pas masanya sosmed, orang mulai bisa ngomong tanpa batas.

ini sama aja sama thumbs up dan rating bintang gitu. makin banyak makin dianggap.

sama seperti di forum yang ada ranknya. atau cendol kalau di forum tetangga. makin banyak dianggap sesepuh dan makin dipercaya. ini efek sampingnya dan suatu hal yang wajar.

kalau tentang berita hoax yang ada di trending topic, itu akibat dari google sama facebook terlalu percaya sama algoritmanya. harusnya karyawannya turun tangan dan inspeksi langsung keabsahan berita gak cuma ngebiarin programnya jalan dengan sendirinya.

0
No votes yet
Darman
Avatar Darman
Offline
Last seen: 4 bulan 2 pekan yang lalu
Joined: 14 Agu 2013 - 14:47
Points: 499
Ini udah jadi pokok

Ini udah jadi pokok permasalahan dari lama. Sekarang facebook juga kebakaran jenggot gara2 dituduh mempengaruhi orang untuk milih kandidat pemilu, teritama di AS sana.

Tolak ukir kepercayaan di internet dulu mungkin sebatas RP (reputation point) dan GRP (good RP). Tapi sekarang cenderung ke Likes, jumlah followers dan juga status verified account. Kalau website, termasuk di nama brandnya dan peringkatnya.

Disini ada kebebasan suara, makanya internet bisa seperti sekarang, tapi resikonya adalah cari sensasi dan pamer. 

Gak bisa ini diubah... Yang bisa itu cara mindset

5
Your rating: Nihil Average: 5 (1 vote)
Andre
Avatar Andre
Offline
Last seen: 6 bulan 3 pekan yang lalu
Joined: 17 Sep 2013 - 16:00
Points: 229
Darman wrote:

Darman wrote:

Ini udah jadi pokok permasalahan dari lama. Sekarang facebook juga kebakaran jenggot gara2 dituduh mempengaruhi orang untuk milih kandidat pemilu, teritama di AS sana.

Tolak ukir kepercayaan di internet dulu mungkin sebatas RP (reputation point) dan GRP (good RP). Tapi sekarang cenderung ke Likes, jumlah followers dan juga status verified account. Kalau website, termasuk di nama brandnya dan peringkatnya.

Disini ada kebebasan suara, makanya internet bisa seperti sekarang, tapi resikonya adalah cari sensasi dan pamer. 

Gak bisa ini diubah... Yang bisa itu cara mindset

Asalnya dari forum2 gitu kali ya inspirasinya? Lembar bata dan cendol

0
No votes yet